RENCANA AKSI KEMENDESA TAHUN 2025
12 aksi utama yang diluncurkan oleh
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT) untuk tahun 2025, sebagai bagian dari kerangka kerja strategis pembangunan desa di Indonesia.
Pembangunan Desa: Fondasi Pembangunan Nasional
Jakarta – Pada awal tahun 2025, Kemendesa PDT telah menetapkan 12 rencana aksi strategis untuk memperkuat pembangunan desa di seluruh Indonesia. Rencana aksi ini dirancang untuk mendukung visi nasional “membangun dari desa dan dari bawah menuju pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”.
Menteri Desa, Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa-desa harus menjadi pusat kebangkitan ekonomi, inovasi, dan kemandirian.
Berikut uraian tiap aksi, tantangan dan harapannya.
12 Aksi Kemendesa PDT Tahun 2025
1. Menggerakkan BUMDes untuk Gizi yang Lebih Baik
Desa-usaha milik desa (BUMDes) diberdayakan untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis atau terjangkau bagi warga desa, terutama kelompok rentan dan anak-anak.
Harapan: menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Tantangan: memastikan BUMDes memiliki kapasitas operasional, manajemen dan modal.
2. Swasembada Pangan untuk Desa Mandiri
Mendorong pertanian berbasis potensi lokal, lumbung pangan desa, dan teknologi pertanian modern agar desa tidak bergantung pada suplai luar.
Harapan: memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Tantangan: penguasaan teknologi, rantai pemasaran, infrastruktur pertanian dasar.
3. Menghadirkan Energi Terbarukan untuk Desa
Desa didorong untuk mampu memproduksi energi sendiri (misalnya panel surya, biogas, mikrohidro) guna menjawab kebutuhan listrik sekaligus membuka usaha baru.
Harapan: desa-mandiri secara energi, sekaligus ramah lingkungan.
Tantangan: investasi awal, pemeliharaan teknologi, akses ke pembiayaan.
4. Air Bersih untuk Semua
Penyediaan akses air bersih dan sanitasi di desa, pembangunan sumur bor, tangki penampung, jaringan distribusi, serta kampanye kesadaran.
Harapan: menurunkan risiko kesehatan, meningkatkan kualitas hidup.
Tantangan: kondisi geografis, dana, pemeliharaan jangka panjang.
5. Desa Ekspor: Potensi Lokal untuk Pasar Global
Produk unggulan desa (kerajinan, hasil pertanian/olahan) diarahkan ke pasar ekspor dengan peningkatan standar kualitas, kemasan, serta akses pasar digital dan internasional.
Harapan: membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan desa.
Tantangan: regulasi ekspor, sertifikasi, persaingan global, logistik.
6. Pemuda sebagai Pelopor Perubahan
Generasi muda desa dilibatkan aktif—melalui pelatihan kewirausahaan, teknologi digital, inovasi lokal.
Harapan: munculnya pemimpin desa baru yang energik dan kreatif.
Tantangan: menahan migrasi ke kota, menyediakan fasilitas dan peluang di desa.
7. Integrasi Program Kementerian/Lembaga untuk Dampak Maksimal
Program lintas sektor dari kementerian/lembaga disinergikan agar tidak tumpang tindih dan tepat sasaran di desa.
Harapan: efisiensi dan efektivitas program pembangunan desa.
Tantangan: koordinasi antar institusi, birokrasi, monitoring.
8. Digitalisasi Desa dan Desa Wisata
Desa dilakukan digitalisasi layanan publik, pemasaran produk lokal dan promosi wisata berbasis budaya/alam agar mampu menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan.
Harapan: desa lebih terkoneksi, ekonomi kreatif berkembang.
Tantangan: akses internet, literasi digital, infrastruktur dasar.
9. Penguatan Pengawasan Dana Desa
Transparansi penggunaan Dana Desa (DD) ditingkatkan lewat pelaporan digital, partisipasi masyarakat dalam pengawasan, audit berkala.
Harapan: penggunaan dana lebih tepat sasaran, mencegah korupsi/pemborosan.
Tantangan: perubahan budaya, kapasitas aparat desa, sistem monitoring.
10. Investasi dan Kerja Sama dengan Korporasi/Investor Asing
Desa dipersiapkan menjadi mitra investasi— baik nasional maupun internasional—melalui proposal yang baik, forum kerja sama, serta regulasi yang mendukung.
Harapan: aliran modal ke desa, pengembangan ekonomi baru.
Tantangan: menjaga keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan komunitas, pengamanan lingkungan.
11. Desa Berketahanan Iklim & Tangguh Bencana
Pelatihan mitigasi bencana, sistem peringatan dini, dan adaptasi perubahan iklim diterapkan di berbagai desa.
Harapan: desa lebih siap menghadapi cuaca ekstrem, bencana alam.
Tantangan: biaya, pemahaman komunitas, lokasi yang sangat rentan.
12. Mempercepat Pembangunan Daerah Tertinggal
Fokus khusus ditujukan untuk daerah-tertinggal: infrastruktur dasar, pendidikan, layanan kesehatan, agar tak tertinggal dari desa-lain.
Harapan: pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Tantangan: skala dan kerumitan masalah, akses ke sumber daya yang terbatas.
---
Komentar & Aspek Strategis
Program ini merupakan implementasi dari visi nasional “membangun dari desa dan dari bawah” yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui poin keenam dari “Asta Cita”.
Beberapa stakeholders seperti Jaringan Peternak dan Petani Milenial Indonesia (JPPMI) menyambut positif rencana aksi ini sebagai peluang bagi petani/tertarik desa.
Dari sisi regulasi, ada Keputusan Menteri No. 343 Tahun 2025 yang menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa.
---
Tantangan yang Perlu Diatasi
Infrastruktur dasar di banyak desa masih belum memadai (air bersih, listrik, internet)
Kapasitas manajemen di tingkat desa (BUMDes, pengelolaan dana desa) masih beragam
Keterbatasan akses pembiayaan dan investor di area pedesaan
Literasi digital dan partisipasi masyarakat yang masih rendah
Koordinasi antar lembaga pemerintah masih menjadi kendala
Pemeliharaan jangka panjang dan keberlanjutan program
---
Kesimpulan
Peluncuran 12 rencana aksi Kemendesa PDT di tahun 2025 menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat untuk menjadikan desa sebagai motor pembangunan nasional: desa yang mandiri, terhubung secara digital, produktif secara ekonomi, dan tangguh menghadapi perubahan.
Ke depan, keberhasilan program akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan — baik dari pihak aparat desa, pemuda desa, swasta, dan masyarakat sendiri — serta sinergi antara kementerian/lembaga, investor, dan komunitas lokal.
Comments
Post a Comment